Langsung ke konten utama

Sejarah E-Commerce Tokopedia

Bagaimana Tokopedia dimulai ?

Tokopedia.com adalah salah satu jaringan toko daring terbesar di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Tokopedia. Tokopedia menyediakan sarana penjualan dari customer-ke-customer dimana siapa pun bisa membuka toko online yang melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia. User, yang kerap disebut tokopediawan, bisa menjual barang baru maupun bekas melalui Tokopedia (walaupun mayoritas produk yang dijual di Tokopedia adalah barang baru yang dijual pada harga yang sudah ditentukan).

Sistem pembayaran transaksi di Tokopedia itu didasarkan pada sistem escrow yang dijalankan dan dijaga oleh PT Tokopedia. Dalam hal ini Tokopedia akan menjadi pihak ketiga yang menengahi transaksi antar penjual dan pembeli. Ketika calon pembeli ingin membeli sebuah barang dari penjual di Tokopedia, maka pembeli harus melakukan transfer pembayaran ke Tokopedia terlebih dahulu. Jika transfer berhasil, kemudian Tokopedia akan memberi tahu penjual bahwa pembayaran sudah diterima oleh Tokopedia dan penjual bisa melakukan pengiriman barang yang sudah dipesan pembeli. Ketika barang tiba di pembeli, pembeli melakukan konfirmasi penerimaan barang kepada Tokopedia, dan Tokopedia akan mentransfer uang pembelian kepada penjual.

PT Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tanggal 6 Februari 2009, sedangkan Tokopedia.com dibuka untuk public beta pada tanggal 17 Agustus 2009.

Tokopedia menerima pendanaan awal sebesar Rp. 2,5 miliar dari PT. Indonusa Dwitama dan setelah kesuksesan awal, Tokopedia menerima dana investasi lebih lanjut dari East Ventures, perusahaan yang berbasis di Singapura yang fokus terhadap investasi kepada bisnis internet yang sedang berkembang.

Dengan ini, Batara Eto (co-founder dan ex-CTO dari Mixi.jp - situs jejaring sosial terbesar di Jepang), Willson Cuaca (pendiri dari XSago, perusahaan aplikasi mobile berbasis di Singapura), Taiga Matsuyama and Chandra Tjan dari East Ventures sekarang diangkat menjadi anggota Board of Directors Tokopedia.

Kemudian pada tanggal 19 April 2011, pihak Tokopedia mengumumkan bahwa CyberAgent Ventures dari Jepang turut melakukan investasi kepada Tokopedia. Menurut sumber yang didapat dari TechCrunch, DailySocial melaporkan bahwa nilai investasi kali ini adalah sebesar US$700,000.- yang ditukar dengan 10% saham Tokopedia. Dengan ini, valuasi nilai perusahaan Tokopedia per bulan April 2011 itu sudah mencapai nilai US$7,000,000.-

Pada awal Maret 2017 situs tokopedia dan bukalapak tumbang. Tidak ketinggalan situs JD.ID juga down. Ternyata mereka memakai satu data center yang sama, yakni Biznet Data Center. Setelah kami coba selidiki, data center biznet ini mengalami kegagalan pada pembangkit listrik cadangan. Tentu hal ini membawa beberapa hal yang perlu kita jadikan studi kasus. Berikut studi kasus atas tumbangya situs tokopedia dan bukalapak.


 Masalah yang terjadi pada Tokopedia

Saya sebagai penjual di Tokopedia dirugikan karena masalah sistem di Tokopedia. Pada tanggal 15 Februari 2017 saya menerima pesanan speaker JBL2. Pesanan saya terima dan barang saya kirim di hari yang sama. Setelah kirim barang saya input no resi dan melakukan konfirmasi pengiriman. Keesokan harinya pada saat saya cek status penjualan, status penjualan hilang. Saya langsung menghubungi customer care Tokopedia dan info dari CS, pihak penjual yang menolak order. Sudah saya tegaskan beberapa kali bahwa saya tidak pernah membatalkan/menolak order. Bagaimana mungkin saya sebagai pihak penjual menolak/membatalkan order setelah barang dikirim? Yang bermasalah adalah sistem dari Tokopedia.

Pihak Tokopedia pun sudah menghubungi pembeli dan pembeli sudah konfirmasi bahwa barang pesanan sudah diterima. Saya minta pihak Tokopedia untuk mengaktifkan lagi status penjualan saya tapi pihak Tokopedia menolak dan menyarankan pembeli untuk transfer langsung ke saya atau melakukan order ulang. Pembayaran dari pihak pembeli mengunakan cicilan kartu kredit. Masalahnya pihak pembeli sudah di- charge kartu kreditnya dan baru mau untuk order ulang setelah dananya kembali. Info dari Tokopedia dana akan dikembalikan setelah 14 hari kerja dan saya disuruh menunggu sampai billing tagihan kartu kredit diterima. Pihak pembeli pun disuruh untuk membayarkan tagihan kartu kredit yang sudah tertagih.

Setelah saya tunggu 1 bulan dan konfirmasi ke pihak pembeli, dana yang sudah tertagih masih belum kembali. Berdasarkan hasil checking dengan CS Tokopedia info yang didapatkan mengenai pengembalian dana juga tidak sesuai. Nilai transaksi Rp680.050 via kartu kedit tapi info Tokopedia dana yang dikembalikan Rp697.000 dan metode pembayaran via transfer, bukan kartu kredit. Dari jumlah nilai uang dan metode pembayaran saja pihak Tokopedia sudah tidak konsisten. Setelah saya telepon ke CS Tokopedia, mereka baru mengirimkan screenshots sistem mereka untuk jumlah uang yang benar sebesar Rp680.050. Info yg saya dapat dari CS via telepon pengembalian dana ke pembeli gagal.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Menggunakan Flashdisk, Berikut Adalah Cara Transfer File Menggunakan Sharing Folder

Hai teman-teman, apakah jaman sekarang masih ada yang masih menggunakan flashdik untuk transfer data padahal dalam satu jaringan lokal ?. Selain barangnya yang kecil sering kali flashdik rentan sekali terkena virus. Nah, untuk mencegahnya kali ini mimin ingin memberikan sedikit tutorial bagaimana cara sharing folder untuk transfer file, folder tanpa menggunakan flashdisk. 1. Silahkan matikan Password Protected Sharing dengan cara, masuk ke Network & Sharing Center -> Klik Change advanced sharing setting 2. Kemudian cari Password protected sharing -> pilih Turn off password protected sharing 3. Setelah itu cari folder yang akan di sharing, jika sudah klik kanan pada f older -> Properties -> pilih tab Sharing -> Klik Advanced Sharing 4. Centang Share This F older -> klik Permissions -> kemudian pilih user dan permission sesuai dengan yang di inginkan. Setelah itu klik OK 5. Untuk melakukan uji coba, silahkan di lihat dulu untuk ip yang akan di akses komputernya...

Begini Cara Setting Ip Client & Server Pada Windows

Selamat malam gan, senang mimin bisa berjumpa kembali. Kali ini mimin ingin membagikan sedikti tutorial bagaimana cara menyeting ip client dan ip server agar terhubung 1. Pastikan ip komputer client & server berada dalah 1 jaringan lokal yang sama, misal dalam satu ruangan atau satu gedung. 2. Dalam mengisi ip address, yang terpenting adalah ip server dan ip client tidak boleh sama, untuk ilustrasi gambar seperti gambar di bawah ini 3. Pertama kita akan menyetting untuk ip server nya, caranya Klik Kanan pada logo jaringan yang ada di pokok kanan bawah, setelah itu klik Open Network & Setting Internet -> Pilih Network Connection 4. Klik kanan pada Enternet -> Pilih I nternet Protocol Versi 4 -> Klik tombol Properties 5. Untuk kasus di sini untuk ip servernya admin kasih dengan ip 192.168.0.5 , untuk inputan yang lain bisa di samakan saja, kemudian Klik OK 6. Setelah itu kita ganti untuk menyetting ip client, untuk langkah-langkahnya sama dengan nomer 3 sampai 5, di si...

5 Tools yang digunakan oleh UI/UX Designer

Bagi seorang   UI/UX Designer ,   tools   adalah hal yang paling utama dalam menjalankan suatu   project   desain. Dan  tools  juga bisa mempengaruhi kecepatan dan pengerjaan desain  project  yang sedang dikerjakan. Bagaimana tidak, kita menggunakan  tools  yang sudah sering kita gunakan karena kenyamanan, kecepatan dan kemudahan dalam penggunaannya. Dan kembali lagi kepada kamu,  tools  mana yang kamu rasa nyaman digunakan dan cepat saat menggunakannya. 01.  Figma Figma memudahkan kamu membuat desain tampilan dengan cepat. Figma ini adalah  platform  yang berbasis  web , jadi bisa dijalankan dengan hanya menggunakan  web browser  yang kamu punya seperti: Google chrome, Mozilla Firefox, Opera dan atau Safari. Karena figma berbasis  web , maka figma ini bisa dijalankan disemua sistem operasi baik itu Windows, MacOS atau Linux. Kelebihan dari figma ini adalah bisa menjadi tools kolaborasi d...